NIM : 16010103034
Program Studi/Semester : Manajemen Pendidikan Islam/V
Mata Kuliah : Metodologi Penelitian I (Kuantitatif)
INSTRUMEN
OBSERVASI
NO
|
Subjek/Objek
Observasi
|
Penjelasan
Observasi
|
Waktu
|
1.
|
Manajemen Kesiswaan terkait
penerimaan siswa baru dan kegiatan yang dilakukan untuk siswa.
|
Menurut
Rohiat (2010:25) menyatakan bahwa “manajemen kesiswaan merupakan
kegiatan-kegiatan yang bersangkutan dengan masalah kesiswaan disekolah”.
Manajemen kesiswaan termasuk salah satu substansi manajemen pendidikan.
Manajemen kesiswaan menduduki posisi strategis, karena sentral layanan
pendidikan, baik dalam latar institusi persekolahan maupun yang berada di
luar latar institusi persekolahan, tertuju kepada peserta didik. Semua
kegiatan pendidikan, baik yang berkenaan dengan manajemen akademik, layanan pendukung
akademik, sumber daya manusia, sumber daya keuangan, sarana prasarana dan
hubungan sekolah dengan masyarakat, senantiasa diupayakan agar peserta didik
mendapatkan layanan pendidikan yang andal (Susilo, Muhammad Joko, 2007 : 32).
Dalam proses pengelolaan siswa di lingkungan lembaga pendidikan memiliki
keterkaitan dengan manajemen sebagai sebuah disiplin ilmu yang berdiri
sendiri, di mana ilmu manajemen hubungannya dengan pengelolaan peserta didik,
maka sebagai langkah pertama dalam pengelolaan peserta didik adalah sebagai
berikut “perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan
(actuating), dan pengawasan (controlling)” dalam sebuah lembaga pendidikan.
Perencanaan pengelolaan peserta didik dalam pendidikan adalah suatu proses
memikirkan dan menetapkan kegiatan-kegiatan program yang akan dilakukan bagi
masa mendatang untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Anderson dan Bowman
(1964: 9) mengatakan perencanaan adalah proses mempersiapkan seperangkat
putusan bagi masa mendatang adanya perencanaan akan melahirkan suatu
keputusan dalam sistem kinerja dan merupakan suatu kebutuhan dalam semua
elemen organisasi/instansi lembaga pendidikan. Dalam perencanaan juga
berkaitan dengan kepentingan yang ada dalam suatu organisasi oleh karena itu
perencanaan berurusan dengan (1) penetapan tujuan dalam suatu organisasi, (2)
hambatan-hambatan yang menjadi kendala, (3) pendekatan yang digunakan untuk
mencapai tujuan yang diinginkan. (Sutopo, Hendyat. 1982 : 162).
Dengan demikian prosedur perencanaan
perlengkapan sekolah adalah sebagai suatu proses pemikiran dan penetapan
program pengelolaan peserta didik yang ada di lingkungan pendidikan, baik
yang pada kegiatan intra maupun ektra, sehingga tujuan dari pendidikan dapat
tercapai secara efektif dan efesien. Proses pengelolaan siswa merupakan suatu
tuntutan bagi lembaga tersebut, hal ini didasarkan pada kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi, di mana sekolah harus mampu melayani kebutuhan
peserta didik untuk memberikan pembelajaran yang efektif dan efesien, untuk
itu harus memberikan strategi yang baik. Untuk mewujudkan tujuan manajemen
kesiswaan, sedikitnya memiliki tiga tugas utama yang harus diperhatikan,
yaitu: a. Penerimaan Murid Baru. Tiap sekolah melaksanakan kegiatan
pendaftaran siswa baru setiap tahun. Sekolah berhak menerima siswa yang
memenuhi persyaratan untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah yang
bersangkutan.
a.
Dalam hal ini, persyaratan yang dimaksud adalah persyaratan untuk mendaftar.
Persyaratan ini biasanya bersifat formal, berupa bukti-bukti mengenai :
1) umur
tertentu,
2) latar
belakang pendidikan/ pengalaman tertentu,
3) keadaan
fisik/ jasmaniah,
4) status
tertentu (sosial, kewargaan, perkawinan, dan sebagainya),
5)
persyaratan administratif (biasanya keuangan) ( Moh. Rifai, 1982:107-108).
b.
Seleksi Siswa Berdasarkan berbagai faktor pertimbangan dari sekolah, maka
diadakanlah seleksi untuk menentukan jumlah siswa yang dapat diterima.
Kriteria seleksi biasanya dititikberatkan pada kemampuan akademis, keadaan
jasmani dan sikap atau kepribadian. Dalam penyeleksian tersebut diperlukan
panitia yang memiliki sifat-sifat jujur, adil dan obyektif.
c.
Penerimaan Siswa Setelah diseleksi, setiap siswa yang diterima harus memenuhi
persyaratan-persyaratan selanjutnya. Siswa yang telah mendaftarkan diri dan
memenuhi persyaratan, dalam hal ini yaitu persyaratan administratif maka
dengan demikian siswa tersebut telah diterima oleh sekolah. Barulah siswa
akan mendapat nomor penerimaan atau nomor induk dan tanda bukti sebagai siswa
yang terdaftar (surat keterangan, kartu siswa, dan sebagainya).
d. Penempatan Siswa Setelah siswa diterima,
mereka harus diatur atau dikelompokkan terlebih dahulu agar dapat mengikuti
kegiatan belajar dengan lebih efektif dan efisien.
e. Bimbingan Belajar Selanjutnya diadakan
pengaturan kegiatan-kegiatan yang harus dan dapat dilakukan oleh
masing-masing siswa, seperti kegiatan 24 pendidikan vokasional /
ekstrakurikuler, organisasi sekolah (OSIS), pengaturan bimbingan dan
konseling.
f. Pengembangan dan Mutasi Dengan mengikuti
kegiatan belajar di sekolah, dan dengan bimbingan yang diberikan, maka siswa
akan mengalami kemajuan dan perkembangan. Hal ini perlu mendapat perhatian
yang terus- menerus dari para guru. Guru hendaknya memantau perkembangan anak
didiknya setiap waktu ( Moh. Rifai, 1982:109).
Pelaksanaan
manajemen siswa dapat berjalan dengan baik apabila dilakukan dengan teratur
dan sistematis dengan cara pencatatan-pencatatan dan pelaporan. Adapun alat
bantu yang diperlukan dalam manajemen tersebut antara lain yaitu: 1) buku
induk; 2) klapper; 3) daftar nilai dan daftar gabungan nilai; 4) daftar
kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler; 5) daftar absen; 6) buku rapor; 7)
daftar mutasi; 8) daftar pribadi ( Moh. Rifai, 1982:109).
Hal ini
sesuai dengan penerimaan siswa baru dan kegiatan yang dilakukan di SMA Negeri
5 Kendari yaitu :
1. Melakukan
kerjasama dengan bagian kurikulum yaitu ada
diberikan angket untuk diisi siswa baru sesuai dengan minat yang diinginkan
atau pendaftaran terbuka secara online.
2. Tes
potensi akademik untuk mengetahui tingkat kompetensi calon peserta didik, Hasil
dari tes tersebut akan dikolaborasikan dengan minat yang dipilih.
3. Setelah
siswa masuk akan diberikan kegiatan ekstra, kegiatan ekstra ada dua macama
yaitu kegiatan ekstra wajib dan ekstra pilihan. Kegiatan ekstra di tentukan
oleh Sekolah sedangkan kegiatan ekstra wajib itu yang dari Nasional yaitu
Kepramukaan.
|
Senin & Selasa, 25-26
September 2018.
|
INSTRUMEN WAWANCARA
No
|
Pertanyaan
|
Jawaban
|
Narasumber
|
1.
|
Bagaimanakah
bentuk penerapan manajemen kesiswaan terkait proses penerimaan siswa baru
yang dilakukan di SMA Negeri 5 Kendari ?
|
Proses
penerimaan siswa baru yang dilakukan SMA Negeri 5 Kendari ada beberapa tahap,
yaitu :
1.
Melakukan
kerja sama dengan bagian kurikulum yaitu ada diberikan angket untuk diisi
siswa baru sesuai dengan minat yang diinginkan atau pendaftaran terbuka
secara online.
2.
Tes potensi
akademik untuk mengetahui tingkat kompetensi calon peserta didik. Bukan
berarti dengan adanya tes tersebut akan ada pemilahan akan dimasukkan di
kelas unggul. Karena di K13 telah dihapuskan mengenai ranking-ranking kelas.
Oleh karena itu, imbasnya adalah membentuk kelas yang heterogen bukan yang
homogen.
|
Faysal,S.Pd., M.Sc.(Staff Kurikulum).
|
2.
|
Apa tujuan
dari pengadaan tes potensi akademik yang dilakukan oleh pihak sekolah
terhadap calon siswa baru ?
|
Tujuan
di adakan tes potensi adalah untuk menggali potensi atau kemampuan dasar
calon peserta didik. Hasil dari tes tersebut akan dikolaborasikan dengan
minat yang dipilih. Misalnya calon siswa memilih lintas minat bahasa, dan
setelah di cek ternyata hasil tesnya tinggi.
|
Faysal,S.Pd., M.Sc.(Staff Kurikulum).
|
3.
|
Kegiatan apa
saja yang dilakukan oleh pihak sekolah terhadap siswa baru ?
|
Setelah siswa masuk akan diberikan
kegiatan ekstra, kegiatan ekstra ada dua macam yaitu kegiatan ekstra wajib
dan ekstra pilihan. Kegiatan ekstra di tentukan oleh Sekolah sedangkan
kegiatan ekstra wajib itu yang dari Nasional yaitu Kepramukaan. Kepramukaan
adalah kegiata ekstrakurikuler wajib untuk semua Sekolah baik itu SD, SMP,
maupun SMA. Setelah itu ekstra pilihan
terbagi menjadi dua lagi yaitu ekstra kegiatan wajib Sekolah dan
ekstra kegiatan untuk masing-masing siswa. Untuk kegiatan ekstra wajib
sekolah yaitu kegiatan Dzikir bersama setiap hari jum’at jam 6:30-7:00 WITA,
kemudian ada kegiatan wajib pada mata pelajaran tertentu yaitu mata pelajaran
Prakarya itu ada dua lagi.
|
Faysal,S.Pd., M.Sc.(Staff Kurikulum).
|
4.
|
Adakah
potensi-potensi yang perlu dikembangkan oleh pihak sekolah terhadap para
siswa ?
|
Berhubung SMA
5 Kendari adalah Sekolah rujukan ada potensi yang dikembangkan yaitu ada
pembuatan tanam hias, tjl. Karena ia terintegrasi dari mata pelajaran.
Kemudian kegiatan ekstra pencak silat juga wajib bagi yang berminat karena
dijadikan sebagai rujukan juga, kemudian drama dan seni tari juga
terintegrasi dari mata pelajaran. Di luar dari itu, semua kegiatan diluar
OSIS itu menjadi kegiatan ekstra kegiatan bagi masing-masing siswa. Untuk
rekap nilai kegiatan, untuk kegiatan wajib terintegrasi ke mata pelajaran.
Bagian kurikulum juga bekerja sama dengan kesiswaan dalam masalah pertandingan-pertandingan
bagian pembuatan SK nya adalah bagian staff kurikulum. Seperti pertandingan
volley, basket dan lain-lain.
|
Faysal,S.Pd., M.Sc.(Staff Kurikulum).
|
5.
|
Di awal
semester pembelajaran apakah ada kegiatan wajib yang perlu di ikuti bagi para
siswa baru ?
|
Di
awal semester SMA 5 Kendari biasa mengadakan latihan dasar kepemimpinan (LDK)
yang diikuti oleh beberapa siswa kelas 10 dan kelas 11, kemungkinan besar siswa
yang mengikuti LDK ini yang menjadi pengurus OSIS. Jadi pengurus OSIS
biasanya dipilih setelah mengikuti LDK. Untuk kegiatan kesiswaan yang lain
seperti lomba-lomba selalu berhubungan dengan kurikulum untuk membuat SK dan
untuk mendata anak-anak yang mempunyai bakat.
|
Faysal,S.Pd., M.Sc.(Staff Kurikulum).
|
6.
|
Kendala-kendala apa saja yang
dihadapi oleh pihak sekolah terkait pelaksanaan manajemen kesiswaan ?
|
Faysal,S.Pd., M.Sc.(Staff Kurikulum).
|