Kamis, 27 September 2018

INSTRUMEN OBSERVASI DAN WAWANCARA DI SMA NEGERI 5 KENDARI

Nama : Erwin Agus Setiawan
NIM : 16010103034
Program Studi/Semester : Manajemen Pendidikan Islam/V
Mata Kuliah : Metodologi Penelitian I (Kuantitatif)

INSTRUMEN OBSERVASI
NO
Subjek/Objek Observasi
Penjelasan Observasi
Waktu
1.
Manajemen Kesiswaan terkait penerimaan siswa baru dan kegiatan yang dilakukan untuk siswa.
Menurut Rohiat (2010:25) menyatakan bahwa “manajemen kesiswaan merupakan kegiatan-kegiatan yang bersangkutan dengan masalah kesiswaan disekolah”. Manajemen kesiswaan termasuk salah satu substansi manajemen pendidikan. Manajemen kesiswaan menduduki posisi strategis, karena sentral layanan pendidikan, baik dalam latar institusi persekolahan maupun yang berada di luar latar institusi persekolahan, tertuju kepada peserta didik. Semua kegiatan pendidikan, baik yang berkenaan dengan manajemen akademik, layanan pendukung akademik, sumber daya manusia, sumber daya keuangan, sarana prasarana dan hubungan sekolah dengan masyarakat, senantiasa diupayakan agar peserta didik mendapatkan layanan pendidikan yang andal (Susilo, Muhammad Joko, 2007 : 32). Dalam proses pengelolaan siswa di lingkungan lembaga pendidikan memiliki keterkaitan dengan manajemen sebagai sebuah disiplin ilmu yang berdiri sendiri, di mana ilmu manajemen hubungannya dengan pengelolaan peserta didik, maka sebagai langkah pertama dalam pengelolaan peserta didik adalah sebagai berikut “perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating), dan pengawasan (controlling)” dalam sebuah lembaga pendidikan. Perencanaan pengelolaan peserta didik dalam pendidikan adalah suatu proses memikirkan dan menetapkan kegiatan-kegiatan program yang akan dilakukan bagi masa mendatang untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Anderson dan Bowman (1964: 9) mengatakan perencanaan adalah proses mempersiapkan seperangkat putusan bagi masa mendatang adanya perencanaan akan melahirkan suatu keputusan dalam sistem kinerja dan merupakan suatu kebutuhan dalam semua elemen organisasi/instansi lembaga pendidikan. Dalam perencanaan juga berkaitan dengan kepentingan yang ada dalam suatu organisasi oleh karena itu perencanaan berurusan dengan (1) penetapan tujuan dalam suatu organisasi, (2) hambatan-hambatan yang menjadi kendala, (3) pendekatan yang digunakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. (Sutopo, Hendyat. 1982 : 162).
           Dengan demikian prosedur perencanaan perlengkapan sekolah adalah sebagai suatu proses pemikiran dan penetapan program pengelolaan peserta didik yang ada di lingkungan pendidikan, baik yang pada kegiatan intra maupun ektra, sehingga tujuan dari pendidikan dapat tercapai secara efektif dan efesien. Proses pengelolaan siswa merupakan suatu tuntutan bagi lembaga tersebut, hal ini didasarkan pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, di mana sekolah harus mampu melayani kebutuhan peserta didik untuk memberikan pembelajaran yang efektif dan efesien, untuk itu harus memberikan strategi yang baik. Untuk mewujudkan tujuan manajemen kesiswaan, sedikitnya memiliki tiga tugas utama yang harus diperhatikan, yaitu: a. Penerimaan Murid Baru. Tiap sekolah melaksanakan kegiatan pendaftaran siswa baru setiap tahun. Sekolah berhak menerima siswa yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah yang bersangkutan.
a. Dalam hal ini, persyaratan yang dimaksud adalah persyaratan untuk mendaftar. Persyaratan ini biasanya bersifat formal, berupa bukti-bukti mengenai :
1) umur tertentu,
2) latar belakang pendidikan/ pengalaman tertentu,
3) keadaan fisik/ jasmaniah,
4) status tertentu (sosial, kewargaan, perkawinan, dan sebagainya),
5) persyaratan administratif (biasanya keuangan) ( Moh. Rifai, 1982:107-108).
b. Seleksi Siswa Berdasarkan berbagai faktor pertimbangan dari sekolah, maka diadakanlah seleksi untuk menentukan jumlah siswa yang dapat diterima. Kriteria seleksi biasanya dititikberatkan pada kemampuan akademis, keadaan jasmani dan sikap atau kepribadian. Dalam penyeleksian tersebut diperlukan panitia yang memiliki sifat-sifat jujur, adil dan obyektif.
c. Penerimaan Siswa Setelah diseleksi, setiap siswa yang diterima harus memenuhi persyaratan-persyaratan selanjutnya. Siswa yang telah mendaftarkan diri dan memenuhi persyaratan, dalam hal ini yaitu persyaratan administratif maka dengan demikian siswa tersebut telah diterima oleh sekolah. Barulah siswa akan mendapat nomor penerimaan atau nomor induk dan tanda bukti sebagai siswa yang terdaftar (surat keterangan, kartu siswa, dan sebagainya).
 d. Penempatan Siswa Setelah siswa diterima, mereka harus diatur atau dikelompokkan terlebih dahulu agar dapat mengikuti kegiatan belajar dengan lebih efektif dan efisien.
 e. Bimbingan Belajar Selanjutnya diadakan pengaturan kegiatan-kegiatan yang harus dan dapat dilakukan oleh masing-masing siswa, seperti kegiatan 24 pendidikan vokasional / ekstrakurikuler, organisasi sekolah (OSIS), pengaturan bimbingan dan konseling.
 f. Pengembangan dan Mutasi Dengan mengikuti kegiatan belajar di sekolah, dan dengan bimbingan yang diberikan, maka siswa akan mengalami kemajuan dan perkembangan. Hal ini perlu mendapat perhatian yang terus- menerus dari para guru. Guru hendaknya memantau perkembangan anak didiknya setiap waktu ( Moh. Rifai, 1982:109).
            Pelaksanaan manajemen siswa dapat berjalan dengan baik apabila dilakukan dengan teratur dan sistematis dengan cara pencatatan-pencatatan dan pelaporan. Adapun alat bantu yang diperlukan dalam manajemen tersebut antara lain yaitu: 1) buku induk; 2) klapper; 3) daftar nilai dan daftar gabungan nilai; 4) daftar kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler; 5) daftar absen; 6) buku rapor; 7) daftar mutasi; 8) daftar pribadi ( Moh. Rifai, 1982:109).
         Hal ini sesuai dengan penerimaan siswa baru dan kegiatan yang dilakukan di SMA Negeri 5 Kendari yaitu :
1.      Melakukan kerjasama dengan bagian kurikulum yaitu ada diberikan angket untuk diisi siswa baru sesuai dengan minat yang diinginkan atau pendaftaran terbuka secara online.
2.      Tes potensi akademik untuk mengetahui tingkat kompetensi calon peserta didik, Hasil dari tes tersebut akan dikolaborasikan dengan minat yang dipilih.
3.      Setelah siswa masuk akan diberikan kegiatan ekstra, kegiatan ekstra ada dua macama yaitu kegiatan ekstra wajib dan ekstra pilihan. Kegiatan ekstra di tentukan oleh Sekolah sedangkan kegiatan ekstra wajib itu yang dari Nasional yaitu Kepramukaan.
Senin & Selasa, 25-26 September 2018. 



INSTRUMEN WAWANCARA
No
Pertanyaan
Jawaban
Narasumber
1.
Bagaimanakah bentuk penerapan manajemen kesiswaan terkait proses penerimaan siswa baru yang dilakukan di SMA Negeri 5 Kendari ?
Proses penerimaan siswa baru yang dilakukan SMA Negeri 5 Kendari ada beberapa tahap, yaitu :
1.      Melakukan kerja sama dengan bagian kurikulum yaitu ada diberikan angket untuk diisi siswa baru sesuai dengan minat yang diinginkan atau pendaftaran terbuka secara online.
2.      Tes potensi akademik untuk mengetahui tingkat kompetensi calon peserta didik. Bukan berarti dengan adanya tes tersebut akan ada pemilahan akan dimasukkan di kelas unggul. Karena di K13 telah dihapuskan mengenai ranking-ranking kelas. Oleh karena itu, imbasnya adalah membentuk kelas yang heterogen bukan yang homogen.
Faysal,S.Pd., M.Sc.(Staff Kurikulum).
2.
Apa tujuan dari pengadaan tes potensi akademik yang dilakukan oleh pihak sekolah terhadap calon siswa baru ?
Tujuan di adakan tes potensi adalah untuk menggali potensi atau kemampuan dasar calon peserta didik. Hasil dari tes tersebut akan dikolaborasikan dengan minat yang dipilih. Misalnya calon siswa memilih lintas minat bahasa, dan setelah di cek ternyata hasil tesnya tinggi.
Faysal,S.Pd., M.Sc.(Staff Kurikulum).
3.
Kegiatan apa saja yang dilakukan oleh pihak sekolah terhadap siswa baru ?
       Setelah siswa masuk akan diberikan kegiatan ekstra, kegiatan ekstra ada dua macam yaitu kegiatan ekstra wajib dan ekstra pilihan. Kegiatan ekstra di tentukan oleh Sekolah sedangkan kegiatan ekstra wajib itu yang dari Nasional yaitu Kepramukaan. Kepramukaan adalah kegiata ekstrakurikuler wajib untuk semua Sekolah baik itu SD, SMP, maupun SMA. Setelah itu ekstra pilihan  terbagi menjadi dua lagi yaitu ekstra kegiatan wajib Sekolah dan ekstra kegiatan untuk masing-masing siswa. Untuk kegiatan ekstra wajib sekolah yaitu kegiatan Dzikir bersama setiap hari jum’at jam 6:30-7:00 WITA, kemudian ada kegiatan wajib pada mata pelajaran tertentu yaitu mata pelajaran Prakarya itu ada dua lagi.
Faysal,S.Pd., M.Sc.(Staff Kurikulum).
4.
Adakah potensi-potensi yang perlu dikembangkan oleh pihak sekolah terhadap para siswa ?
Berhubung SMA 5 Kendari adalah Sekolah rujukan ada potensi yang dikembangkan yaitu ada pembuatan tanam hias, tjl. Karena ia terintegrasi dari mata pelajaran. Kemudian kegiatan ekstra pencak silat juga wajib bagi yang berminat karena dijadikan sebagai rujukan juga, kemudian drama dan seni tari juga terintegrasi dari mata pelajaran. Di luar dari itu, semua kegiatan diluar OSIS itu menjadi kegiatan ekstra kegiatan bagi masing-masing siswa. Untuk rekap nilai kegiatan, untuk kegiatan wajib terintegrasi ke mata pelajaran. Bagian kurikulum juga bekerja sama dengan kesiswaan dalam masalah pertandingan-pertandingan bagian pembuatan SK nya adalah bagian staff kurikulum. Seperti pertandingan volley, basket dan lain-lain.
Faysal,S.Pd., M.Sc.(Staff Kurikulum).
5.
Di awal semester pembelajaran apakah ada kegiatan wajib yang perlu di ikuti bagi para siswa baru ?
Di awal semester SMA 5 Kendari biasa mengadakan latihan dasar kepemimpinan (LDK) yang diikuti oleh beberapa siswa kelas 10 dan kelas 11, kemungkinan besar siswa yang mengikuti LDK ini yang menjadi pengurus OSIS. Jadi pengurus OSIS biasanya dipilih setelah mengikuti LDK. Untuk kegiatan kesiswaan yang lain seperti lomba-lomba selalu berhubungan dengan kurikulum untuk membuat SK dan untuk mendata anak-anak yang mempunyai bakat.
Faysal,S.Pd., M.Sc.(Staff Kurikulum).
6.
Kendala-kendala apa saja yang dihadapi oleh pihak sekolah terkait pelaksanaan manajemen kesiswaan ?
Kendala-kendala dalam kegiatan manajemen kesiswaan khususnya adalah kegiatan prestasi adalah pada lomba KTI masih kurang. SMA 5 Kendari pernah melakukan pelatihan seperti puisi dan cerpen dan di awal semester mengadakan workshop lagi untuk karya tulis ilmiah KTI.
Faysal,S.Pd., M.Sc.(Staff Kurikulum).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar