PENGARUH
MANAJEMEN KESISWAAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 5 KENDARI.
Dosen
Pengampuh : Syahrul S.Pd.I, M.Pd,

Proposal
Ini Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Matakuliah Metodologi Penelitian I
Kuantitatif Program Studi Manajemen Pendidikan Islam
Disusun
Oleh :
Erwin
Agus Setiawan
16010103034
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
KENDARI
TAHUN
2018
KATA PENGANTAR
Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji syukur
kehadirat Allah Swt. Yang telah memberikan kita semua nikmat, baik nikmat Iman
maupun kesehatan yang tiada hentinya sehingga masih ada kesempatan dalam
menyelesaikan tugas.
Shalawat serta salam tak henti-hentinya kita
hanturkan kepada junjungan kita Nabi besar Allah Muhammad Saw. Yang telah
membawa kita dari masa yang minim akan ilmu pengetahuan menuju ke masa benerang
akan ilmu pengetahuan seperti yang kita rasakan saat ini. Proposal ini kiranya
tak akan selesai tanpa bantuan dari beberapa pihak yang terus mendorong penulis
untuk menyelesaikannya.
Penyususan
proposal ini yang berjudul “PENGARUH
MANAJEMEN KESISWAAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 5 KENDARI”
memang tidaklah mudah. Sebab, penulis harus melihat dari sisi pengelolaan
manajemen kesiswaan untuk meningkatkan
kualitas prestasi siswa yang baik dalam menyimpulkan dengan analisis yang
konferhensif. Kendala–kendala utama yang penulis rasakan selama penyusuna Proposal
ini pada melakukan survey disekitar SMA Negeri 5 Kendari.
Bila mana ada hal-hal yang kurang pantas yang
terdapat dalam proposal ini, izinkan penulis menghaturkan permohonan maaf,
sebab proposal ini jauh dari kesempurnaan dan masih banyak memiliki kelemahan.
Kendari, Oktober 2018
Penulis
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah prestasi
belajar siswa di Indonesia sering kali ditemukan
terkait dengan
manajemen kesiswaan yang kurang baik, sehingga disiplin belajar siswa tidak terkontrol, oleh sebab itu upaya pendidikan
untuk mengubah perilaku manusia melalui pendidikan belum bisa tercapai dengan
baik. Fenomena masalah
mengenai
prestasi
belajar
siswa, berdasarkan pengamatan peneliti memiliki keterkaitan dengan beberapa faktor lain, di
antaranya disiplin belajar serta manajemen kesiswaan, fenomena masalah tersebut memiliki hubungan sebab akibat yang harus diteliti lebih jauh, karena
menurut Slameto (2013),
bahwa
ada beberapa faktor
ekstern yang berpengaruh terhadap belajar dapat dikelompokkan menjadi 3 faktor, yaitu faktor keluarga, faktor lingkungan masyarakat dan faktor sekolah. Artinya disiplin belajar siswa akan dapat memberikan kontribusi
terhadap prestasi belajar siswa dengan didukung pula
oleh manajemen kesiswaan yang dilakukan secara teratur.[1]
Manajeman kesiswaan adalah salah satu kegiatan dari manajemen
pendidikan secara keseluruhan. Manajemen pendidikan itu
adalah manajemen pengajaran, manajemen personalia, manajemen keuangan, manajemen sarana dan
prasarana, manajemen hubungan sekolah dan
masyarakat, manajemen
kesiswaan,
dan manajemen layanan khusus (Mantja, 2005 :
35). Manajemen kesiswaan mancakupi kegiatan-kegiatan non intruksional, namun kegiatan-kegiatan itu sangat
mempengaruhi kehidupan sekolah dari para siswanya. Kajian-kajian kepustakaan mengenai manajemen kesiswaan ini begitu luasnya karena kegiatan-kegiatan
itu
memang menunjang
keberhasilan
siswa dalam
pendidikan.[2]
B. Batasan Masalah
Terfokus pada kajian penelitian ini untuk
menjawab permasalahan yang telah teridentifikasi terkait Pengelolaan Manajemen
Kesiswaan secara profesional dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SMA
Negeri 5 Kendari.
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka
rumusan masalah penelitian ini adalah :
1.
Bagaimana
pengelolaan manajemen kesiswaan di SMA Negeri 5 Kendari ?
2.
Mengapa pengelolaan manajemen kesiswaan yang baik
dapat meningkatkan prestasi belajar siswa di SMA Negeri 5 Kendari ?
D. Definisi Operasional
1.
Manajemen kesiswaan sering diartikan sebagai kegiatan-kegiatan
yang bersangkutan dengan masalah kesiswaan
disekolah. Dengan tujuan menata proses kesiswaan
mulai dari perekrutan, mengikuti pembelajaran
sampai
dengan lulus sesuai dengan tujuan agar dapat
berlangsung
secara efektif dan efisien. Rohiat (manajemen sekolah 2008:25).
2.
Prestasi
belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima,
menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar
mengajar. Prestasi belajar belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan
sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai
atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar.
Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Hasil dari
evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi belajar
siswa.
E. Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari penelitian ini adalah :
1.
Untuk
mengetahui pengelolaan manajemen kesiswaan yang dilakukan di SMA Negeri 5
Kendari.
2.
Untuk
mengetahui hubungan pengelolaan manajemen kesiswaan terhadap peningkatan
prestasi belajar siswa di SMA Negeri 5 Kendari.
Manfaat dari penelitian ini adalah :
1.
Secara
teoritis
Hasil dari penelitian
ini diharapkan mampu memberikan referensi lebih bagi para peneliti-peneliti
lain dalam dunia pendidikan terkait mengelola kesiswaan yang baik dan benar
serta dalam pengelolaan ini juga diharapkan mampu meningkatkan prestasi belajar
siswa.
2.
Secara
praktis
Hasil dari penelitian
ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan lebih bagi peneliti, guru, pembaca
(siswa) maupun pihak sekolah lainnya.
BAB II
LANDASAN TEORITIK
A. Manajemen Kesiswaan (Variabel X)
Mulyono (2008:78)
: mengemukakan
bahwa manajemen kesiswaan
adalah seluruh
proses kegiatan yang direncanakan
dan diusahakan secara sengaja serta pembinaan
secara kontinu terhadap seluruh siswa (dalam lembaga pendidikan yang bersangkutan)
agar dapat mengikuti proses belajar mengajar secara efektif dan efisien.[3]
Manajemen
kesiswaan sering diartikan
sebagai kegiatan-kegiatan yang bersangkutan
dengan masalah kesiswaan disekolah. Dengan
tujuan menata proses kesiswaan mulai dari
perekrutan, mengikuti pembelajaran sampai dengan
lulus sesuai dengan
tujuan agar dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Rohiat
(manajemen sekolah 2008:25).[4]
Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI
(2009:205) menyatakan bahwa “manajemen kesiswaan atau pupil personnel
administration
adalah layanan yang memusatkan
perhatian pada pengaturan,
pengawasan, dan layanan siswa dikelas dan di luar kelas seperti : pengenalan,
pendaftaran,
layanan individuan
seperti pengembangan
keseluruhan kemampuan, minat, kebutuhan
sampai matang di sekolah”.[5]
Knezevich
(Tim Dosen Administrasi
Pendidikan UPI, 2009:205) mengartikan manajemen kesiswaan
juga dapat diartikan sebagai usaha pengaturan
terhadap peserta didik mulai dari peserta didik tersebut masuk
sekolah
sampai dengan lulus sekolah. dengan demikian,
manajemen kesiswaan bukan hanya dalam
bentuk kegiatan-kegiatan pencatatan peserta
didik, melainkan meliputi aspek yang lebih
luas,
yang secara operasional
dapat digunakan untuk
membantu kelancaran-kelancaran dalam upaya
pertumbuhan dan perkembangan
peserta didik melalui proses pendidikan.[6]
Arikunto dan Yuliana (2008:57)
mengatakan
pula bahwa manajemen kesiswaan
merupakan kegiatan pencatatan siswa mulai dari proses penerimaan
hingga siswa tersebut lulus
dari sekolah disebabkan karena tamat atau sebab lain”.[7]
Sedangkan
menurut Mulyasa (2003),
Manajemen Kesiswaan adalah penataan dan
pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan
peserta didik, mulai dari masuk sampai dengan keluarnya
peserta didik tersebut dari sekolah.
manajemen
kesiswaan
dengan demikian bukan hanya berbentuk pencatatan data
peserta
didik, melainkan meliputi
pula
aspek yang
lebih luas yang secara operasional dapat membantu upaya pertumbuhan
dan perkembangan
peserta didik melalui proses
pedidikan disekolah.[8]
Menurut Kasan (2004), Manajemen
kesiswaan
tidak terbatas pada kegiatan siswa selama proses pendidikan, lebih dari itu manajemen kesiswaan adalah
keseluruhan proses penyelenggaraan usaha kerjasama dalam bidang rangka pencapaian
tujuan-tujuan pendidikan sekolah.[9]
Tujuan Manajemen
Kesiswaan Menurut
Tim
Dosen Administrasi Pendidikan UPI
(2009:206) menyatakan : Tujuan manajemen kesiswaan adalah mengatur
kegiatan-kegiatan siswa agar kegiatan-kegiatan tersebut menunjang proses pembelajaran di
lembaga pendidikan sekolah lebih lanjut. Proses pembelajaran
di lembaga sekolah dapat berjalan
lancar, tertib dan teratur sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan
sekolah dan tujuan pendidikan
secara keseluruhan.” Secara
umum tujuan manajemen kesiswaan adalah untuk mengatur berbagai kegiatan dalam bidang kesiswaan agar
kegiatan pembelajaran
di sekolah dapat berjalan
lancar,
tertib, teratur serta dapat mencapai tujuan pendidikan sekolah. Selain
itu manajemen kesisswaan di sekolah secara baik dan berdaya guna akan membantu seluruh staf
maupun masyarakat untuk memahami kemajuan
sekolah.
Mutu
dan derajat
sekolah
tergambar
dalam sistem sekolahnya.[10]
Secara garis besar program
kegiatan
kesiswaan dapat dilakukan melalui dua jalur
yaitu kegiatan ekstrakurikuler
dan organisasi
siswa. Kegiatan
ekstrakurikuler berfungsi
sebagai penunjang kegiatan intrakurikuler dan
ko-kurikuler.
Menurut Kasan (2004), kegiatan
ekstrakurikuler
adalah kegiatan pelajaran yang diselenggarakan
diluar jam biasa dalam rangka
mengembangkan
salah satu bidang pelajaran yang diminati
siswa seperti olahraga, kesenian dan keterampilan.[11]
Langkah berikutnya dalam manajemen
kesiswaan adalah melakukan
pembinaan dan
pengembangan
terhadap siswa. Pembinaan dan pengembangan siswa dilakukan agar anak
mendapat
bermacam-macam pengalaman belajar untuk bekal kehidupannya di masa yang akan datang. Untuk mendapatkan
pengetahuan
atau pengalaman
belajar ini, siswa harus melakukan bermacam-macam kegiatan. Lembaga pendidikan (sekolah) dalam pembinaan dan pengembangan siswa, biasanya melakukan kegiatan yang disebut dengan kegiatan kurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler.
Dalam manajemen kesiswaan, tidak boleh ada anggapan
bahwa kegiatan
kurikuler lebih penting dari kegiatan
ekstrakurikuler
atau sebaliknya. Kedua kegiatan
ini
harus dilaksanakan
karena saling menunjang
dalam
proses pembinan
dan pengembangan kemampuan
siswa (Tim Dosen Administrasi
Pendidikan UPI 2009:212).
Keberhasilan pembinaan dan
pengembangan
siswa diukur melalui proses
penilaian yang dilakukan
oleh
lembaga pendidikan
(oleh guru). Ukuran yang sering digunakan adalah naik kelas dan tidak naik kelas bagi siswa yang belum mencapai tingkat akhir serta lulus dan tidak
lulus bagi siswa ditingkat akhir sebuah lembaga pendidikan (sekolah).
penilaian yang
dlakukan oleh guru tentu saja didasarkan prinsip-prinsip penilaian
yang berlaku di lembaga pendidikan
(sekolah)
tersebut. (Tim Dosen Administrasi
Pendidikan
UPI
2009:212).[12]
Dalam Depdikbud
(1998:76) disebutkan empat prinsip dasar
manajemen kesiswaaan, yaitu :
1. Siswa
harus
diperlakukan dengan subjek dan bukan objek, sehingga harus didorong untuk berperan serta dalam setiap perencanaan dan
pengambilan keputusan yang terkait dengan
kegiatan mereka
2. Kondisi siswa sangat
beragam, ditinjau dari kondisi fisik,
kemampuan intelektual, sosial
ekonomi, minat
dan seterusnya. Oleh karena itu, diperlukan wahana kegiatan yang beragam, sehingga setiap siswa memiliki wahana untuk berkembang secara
optimal.
3.
Siswa hanya akan termotivasi belajar jika mereka menyenangi apa yang
diajarkan.
4.
Pengembangan potensi
siswa tidak hanya menyangkut ranah kognitif, tetapi juga ranah afektif, dan psikomotor.[13]
kegiatan administrasi
siswa dapat didaftar melalui gambaran
bahwa lembaga pendidikan diumpamakan
sebuah transformasi, yang mengenal masukan (input). Pengelolaan didalam tranformasi (proses) dan
keluaran (output). Dengan demikian penyajian penjelasaan administrasi siswa dapat
diurutkan menurut aspek-aspek tersebut.
Dengan melihat pada
proses memasuki sekolah sampai murid meninggalkannya, terdapat
4 (empat)
kelompok pengadministrasian
yaitu : penerimaan murid,
pencatatan prestasi belajar,
pencatatan bimbingan dan penyuluhan serta Monitoring.
1. Penerimaan Siswa Baru
a. Penetapan persyaratan siswa yang akan diterima
Setiap
sekolah
berbeda dalam menetapkan persyaratan
calaon siswa baru yang
akan diterima. Pada umumnya persyaratan itu
menyangkut : aspek waktu,
persyaratan
dan proses penerimaan siswa baru.
Penerimaan siswa baru harus di
lakukan sedemikian rupa, sehingga kegiatan mengajar-belajar sudah dapat di mulai pada hari pertama setiap tahun ajaran baru.
Setiap sekolah berbeda
dalam
menetapkan persyaratan
calon siswa baru
yang
akan diterima. Pada umumnya persyaratan itu
menyangkut:
aspek : umur,
kesehatan,
kemampuan hasil belajar dan persyaratan
administrasi lainnya.
Cara Penerimaan
siswa baru yaitu : Pertama,
berdasrkan hasil Tes masuk yaitu siapa yang diterima dari
calon peserta didik
yang
mendaftar, ditentukan berdasarkan hasil tes
yang diadakan. Sekolah menentukan nilai batas lulus, calon yang memperoleh nilai
tes masuk sama
atau lebih tinggi dari nilai batas
lulus dinyatakan diterima. Kedua Berdasarkan Hasil
UAN
(Ujian Akhir Nasional). Dengan cara ini filter atau penyaring diterimanya calon peserta didik yang
mendaftar didasarkan pada posisi jumlah
NEM yang dimiliki
dikaitkan dengan
posisi jumlah NEM dari semua pendaftar.
Semua calon di
rangking menurut jumlah
NEM.
Penentuan siapa yang diterima hingga NEM tertentu, sampai jumlah peserta didik yang diperlukan sekolah terpenuhi.
b.
Pembentukan
Panitia penerimaan siswa baru
panitia penerimaan siswa baru di
lakukan sekali setahun. Oleh karena
itu dibentuk khusus untuk itu dan dibubarkan
setelah kegiatan selesai.
Panitia penerimaan siswa baru terdiri dari
kepala sekolah dan beberapa guru
yang ditunjuk untuk mempersiapkan segala sesuatu yang di perlukan yakni :
1)
Syarat-syarat pendaftaran murid baru
2)
Formulir Pendaftaran
3)
Pengumuman
4)
buku pendaftaran
5)
waktu pendaftaran
6)
jumlah
calon yang diterima
c.
Masa Orientasi Siswa Baru
Orientasi siswa baru adalah kegiatan penerimaan
siswa baru dengan mengenalkan situasi
dan kondisi lembaga
pendidikan sekolah.
Tujuan orientasi siswa baru yaitu agar peserta didik dapat mengerti dan mentaati
segala
peraturan yang berlaku di sekolah, Agar
peserta didik dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan yang
di selenggarakan sekolah, dan
agar
peserta didik siap menghadapi lingkungannya yang
baru
baik secara fisik, mental
dan emosional sehingga ia merasa betah dalam mengikuti proses
pembelajaran di sekolah serta dapat menyesuaikan dengan kehidupan sekolah.
Waktu MOS juga untuk penelusuran bakat-bakat
khusus dan siswa baru, misalnya penelusuran bakat-bakat olah raga, bakat-bakat seni, bakat-bakat menulis (mengarang). Oleh karena itu selama MOS banyak diisi
kegiatan-kegiatan pertandingan olahraga,
lomba menyanyi,
pidato dan sebagainya.
Setelah proses penerimaan siswa baru, maka kegiatan kesiswaan selanjutnya yang perlu dilaksanakan adalah pengelompokkan siswa. Pengelompokkan siswa diadakan dengan maksud agar
pelaksanaan kegiatan proses belajar mengajar berjalan lancar, tertib sehingga dapat tercapal tujuan-tujuan pendidikan yang telah diprogramkan.
Ada dua jenis pengelompokkan siswa yang dilaksanakan
diantaranya yaitu
pengelompokkan
menurut kelas
dan
pengelompokkan
berdasarkan
rangking. Hal ini dengan
tujuan untuk memilahkan mana siswa yang kemampuannya
lebih
dan kurang dikarenakan adanya
penguatan dalam pengajaran atau dalam arti lain siswa dalam memahami pelajaran dapat secara merata atau seimbang.
2.
Pendataan Kemajuan Belajar Siswa
Keberhasilan kemajuan dari
prestasi belajar para siswa memerlukan data
yang
otentik, dapat dipercaya dan memiliki keabsahan. Data ini diperlukan untuk mengetahui dan mengontrol keberhasilan atau
prestasi oleh kepala sekolah sebagai manajer pendidikan
di sekolah. Kemajuan
belajar siswa secara periodik harus dilaporkan kepada orang tua
sebagai masukan untuk
berprestasi dalam proses pendidikan dan membimbing
anaknya dalam belajar baik di rumah maupun di sekolah.
Dalam pendataan kemajuan belajar siswa
untuk kemajuan dan keberhasilan kegiatan belajar mengajar secara maksimal diperlukan buku catatan prestasi belajar murid, yang meliputi buku daftar nilai, buku legger dan raport.
3.
Bimbingan dan Pembinaan Disiplin Siswa
Bimbingan
adalah proses untuk membantu individu di dalam membuat
keputusan
hidup yang positif, hal ini diperlukan di rumah, sekolah, dan di lingkungan sosial serta di setiap individu berada.
4.
Monitoring
Monitoring adalah suatu proses
pemantauan untuk mendapatkan
informasi tentang pelaksanaan
suatu kegiatan yakni manajemen kesiswaan. Kegiatan monitoring adalah suatu kegiatan memonitor atau mengawasi seluruh aktivitas yang
dilakukan oleh seluruh
warga
sekolah;
dalam hal ini difokuskan pada aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh siswa. Kegiatan monitoring ini
dapat dilakukan secara langsung
pada kegiatan yang di
lakukan
oleh siswa dan kegiatan monitoring secara tidak langsung dengan mendengarkan laporan dari orang yang terlibat dalam kegiatan.
Untuk menjamin terlaksananya
kegiatan ekstrakurikuler
berjalan dengan baik kepala
sekolah harus mengelolanya dengan baik. Hal-hal yang dapat dilakukan : (1). Identifikasi kegiatan ekstrakurikuler,
(2).
Menunjuk koordinator untuk setiap kegiatan, (3). Meminta setiap koordinator untuk menyusun program kerja dan (4). Memantau pelaksanaannya. (Samani, 1999).[14]
Kegiatan
siswa akan lebih baik jika dikelola
sendiri secara terarah
dalam
wadah
organisasi siswa. Tujuan diadakan organisasi siswa adalah : (1). Memberi bekal ketrampilan,
kepemimpinan,
daya kreasi, patriotisme dan
kepribadian yang luhur, (2). Melibatkan siswa
dalam proses
kehidupan
berbangsa dan
bernegara, dan (3).
Membina
siswa berorganisasi
untuk mengembangkan kepemimpinan (Sahertian, 1985).
B. Prestasi Belajar Siswa (Variabel Y)
Poerwodarminto (1997) menyebutkan bahwa “Prestasi
adalah hasil yang dicapai dengan usaha, sesuatu yang dicapai tidak dengan usaha
bukanlah suatu prestasi”. Winkel (1994) menyebutkan bahwa “Prestasi adalah bukti
keberhasilan usaha yang dicapai”. Zainal Arifin (2000) menyebutkan “Prestasi
adalah kemampuan, keterampilan dan sikap seseorang dalam menyelesaikan sesuatu
hal”.
Berdasarkan pengertian diatas dapat
disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa adalah suatu hasil yang dicapai
seseorang secara sadar dan disengaja dengan kegiatannya yaitu belajar.
Untuk mencapai
prestasi belajar siswa sebagaimana yang diharapkan,
maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang
mempengaruhi prestasi belajar
antara lain : faktor yang terdapat
dalam diri siswa (faktor
intern), dan faktor yang
terdiri dari luar siswa
adalah (faktor eksternal).
Faktor-faktor yang berasal
dari luar diri anak antara lain adalah faktor keluarga, sekolah, masyarakat
dan sebagainya (Mulyasa 2007:87).
Faktor
yang terdapat dalam diri siswa
(faktor intern) yaitu : kecerdasan,
bakat, minat, dan
motivasi. Sedangkan faktor yang berasal dari luar siswa adalah (faktor eksternal) yaitu keadaan keluarga, keadaan sekolah dan lingkungan
masyarakat.
Tu’u (2013:93)
yang
mengatakan bahwa pencapaian prestasi belajar yang baik selain karena adanya tingkatan
kecerdasan yang baik, juga perlu didukung adanya disiplin sekolah yang ketat dan konsisten, serta disiplin belajar siswa dalam belajar. Karena suatu kedisiplinan belajar yang
tertanam dalam diri siswa akan berperan penting dalam membentuk individu yang berciri keunggulan.
Nasihin dan Sururi (2013:203) menyatakan bahwa keberhasilan
penyelenggaraan lembaga
pendidikan (sekolah),
akan
sangat tergantung
padan manajemen kesiswaan, karena manajemen kesiswaan ini akan memberikan kontribusi yang tinggi dan memberikan dukungan yang kuat terhadap komponen-komponen lain di dalam pencapaian tujuan sekolah, artinya
baik
buruknya manajemen
kesiswaan, baik
secara langsung ataupun
tidak langsung akan mempengaruhi terhadap prestasi belajar siswa. (Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI 2009:214).
Adapun
faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dapat dikelompokkan menjadi
dua, yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern adalah faktor yang
berasal dari dalam diri individu yang belajar, sedangkan faktor ekstern adalah
faktor yang berasal dari luar individu atau yang disebut dengan lingkungan.
1.
Faktor intern
Secara garis besarnya dapat
dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
a)
Faktor Jasmaniah
Faktor
jasmaniah adalah menyangkut keadaan jasmani dari individu yang belajar,
terutama yang berkaitan dengan fungsinya alat-alat tubuh yang ada pada dirinya.
b)
Faktor
psikologis
Faktor
ini mempengaruhi prestasi belajar siswa. Faktor ini pada dasarnya berkaitan
erat dengan aspek-aspek : intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif,
kematangan dan sebagainya.
2.
Faktor Ekstern
Adapun faktor ekstern ini meliputi :
faktor keluarga, sekolah dan masyarakat.
C. Kerangka Pikir
Manajemen kesiswaan merupakan kegiatan-kegiatan yang bersangkutan
dengan masalah kesiswaan disekolah. Dengan
tujuan menata proses kesiswaan mulai dari
perekrutan, mengikuti pembelajaran sampai dengan
lulus sesuai dengan
tujuan agar dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
Manajemen kesiswaan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan sebelumnya
agar tujuannya dapat tercapai dengan lancar. manajemen kesiswaan ini akan memberikan kontribusi yang tinggi dan memberikan dukungan yang kuat terhadap komponen-komponen lain di dalam pencapaian tujuan sekolah, artinya
baik
buruknya manajemen
kesiswaan, baik
secara langsung ataupun
tidak langsung akan mempengaruhi terhadap prestasi belajar siswa. Untuk mencapai
prestasi belajar siswa sebagaimana yang diharapkan,
maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang
mempengaruhi prestasi belajar
antara lain : faktor yang terdapat
dalam diri siswa (faktor
intern), dan faktor yang
terdiri dari luar siswa
adalah (faktor eksternal).
Faktor-faktor yang berasal
dari luar diri anak antara lain adalah faktor keluarga, sekolah, masyarakat
dan sebagainya. Hal ini dapat dicapai ketika
pelaksanaan manajemen kesiswaan sangat baik dilakukan yang kemungkinan besar
dapat menunjang prestasi siswa dengan berbagai kemampuan yang mereka miliki.
D. Hipotesis
Hipotesis I :
Diketahui
bahwa manajemen kesiswaan yang dilakukan ditempat penelitian sangat berpengaruh
terhadap prestasi belajar siswa terutama dari kualitas manajemen kesiswaan
tersebut. Namun hal yang belum dapat dipastikan adalah bahwa pengelolaan kesiswaan
/ manajemen kesiswaan masih belum mendapatkan bukti yang nyata dari
penerapannya karena masih terdapat beberapa masalah yang sering dihadapi
sehingga berdampak kepada prestasi siswa dilembaga tersebut.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Pendekatan Penelitian
1.
Jenis
penelitian yang digunakan adalah dari jenis data yang
diperoleh dari hasil Wawancara dengan pihak-pihak yang berkepentingan berupa
data secara lisan dengan penjelasan mengenai pembahasan Pengaruh Manajemen Kesiswaan Terhadap
Prestasi Belajar Siswa.
2.
Pendekatan
penelitian yang digunakan adalah pendekatan
kualitatif
deskriptif. Karena penelitian ini mendeskripsikan dilakukan untuk lebih memahami Data
yang diperoleh dari penelitian berupa profil sekolah, foto-foto yang
berhubungan dengan kegiatan bagian kesiswaan,
dan
hasil wawancara yang telah dilakukan oleh Peneliti dengan beberapa informan yang
berdasarkan
dengan fokus penelitian.
B. Tempat dan Waktu
1. Tempat
Dimana
tempat penelitian yang telah dilakukan berada di daerah kendari yaitu di SMA
Negeri 5 Kendari, Jl. Brigjen Katamso, Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
2. Waktu
Dalam proses penelitian ini, peneliti
membutuhkan waktu selama 3 hari yaitu hari senin-rabu pada tanggal 24-26
September 2018 dari pukul 09.00-11.00 am.
C. Populasi dan Sampel
1.
Populasi
Jumlah populasi yang ada di SMA Negeri
5 Kendari dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut :
Tabel 1, Jumlah Siswa
|
Tingkat/Kelas
|
Jumlah
|
|
10
|
459
|
|
11
|
426
|
|
12
|
363
|
|
Total
|
1248
|
Tabel 2, Jumlah Guru dan Tenaga Kependidikan
|
Guru
|
Tenaga
Kependidikan
|
||
|
PNS
|
Honor
|
PNS
|
Honor
|
|
56
|
14
|
6
|
6
|
|
Totalnya 70
|
Totalnya 12
|
||
2. Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah para peserta didik
yang sebagai pengguna layanan dan fasilitas dan tenaga kependidikan sebagai
pihak pengelola kesiswaan.
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan
data
dilakukan dengan
interview (wawancara), dan dokumentasi. Data
yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data yang dapat memberikan
informasi tentang
manajemen
kesiswaan berpengaruh terhadap prestasi
belajar siswa di sekolah.
E. Teknik Analisis Data
teknik analisis data yang dilakukan
dengan cara wawancara. Aktivitas dalam analisis data pada penelitian ini adalah
reduksi data, penyajian data dan simpulan.
DAFTAR PUSTAKA
Rian Anugrah Firmanto,
Pengaruh Manajemen Kesiswaan terhadap Disiplin Belajar dalam Mewujudkan Prestasi Belajar Siswa, Garut, Jurnal
Pendidikan Universitas Garut, Vol. 11,
No. 01; 2017, hlm. 1.
Titik Suci Aminatun, Tesis : “Pengelolaan Penerimaan Peserta Didik Baru Sdn Pamongan 2 Kecamatan Guntur Kabupaten Demak” (Surakarta
: Program
Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2010), hlm. 2.
Ely Kurniawati dan Erny Roesminingsih, Manajemen Kesiswaan Di SMA
Negeri Mojoagung Jombang,
Surabaya, Jurnal Inspirasi Manajemen Pendidikan, Vol. 4 No. 4, April 2014, hlm.
207.
Dica Lanita Affinoxy, Skripsi : “Manajemen
Kesiswaan Sdit Nur Hidayah Surakarta, (Surakarta : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2009), hlm. 2-3.
[1] Rian Anugrah Firmanto,
Pengaruh Manajemen Kesiswaan terhadap Disiplin Belajar dalam Mewujudkan Prestasi Belajar Siswa, Garut, Jurnal
Pendidikan Universitas Garut, Vol. 11,
No. 01; 2017, hlm. 1.
[2] Titik Suci Aminatun, Tesis : “Pengelolaan Penerimaan Peserta Didik Baru Sdn Pamongan 2 Kecamatan Guntur Kabupaten Demak”
(Surakarta : Program
Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2010),
hlm. 2.
[3]
Ely Kurniawati dan Erny Roesminingsih, Manajemen Kesiswaan Di SMA
Negeri Mojoagung Jombang,
Surabaya, Jurnal Inspirasi Manajemen Pendidikan, Vol. 4 No. 4, April 2014,
hlm. 207.
[4]
Ibid., hal. 207.
[5]
Ibid., hal. 210
[6]
Ibid., hal 211
[7]
Ibid., hal. 212
[9]
Ibid.
[11]
Ibid., hal 207.
[12]
Ibid., hal 208.
[13] Dica Lanita Affinoxy, Skripsi : “Manajemen
Kesiswaan Sdit Nur Hidayah Surakarta, (Surakarta : Fakultas Agama Islam Universitas
Muhammadiyah Surakarta, 2009), hlm. 2-3.
[14]
Ibid., hal. 208
Tidak ada komentar:
Posting Komentar