Jumat, 09 November 2018

Hasil Proposal Penelitian di SMA Negeri 5 Kendari

PENGARUH MANAJEMEN KESISWAAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 5 KENDARI.
Dosen Pengampuh : Syahrul S.Pd.I, M.Pd,


Description: C:\Users\JUMARD~1\AppData\Local\Temp\LOGO IAIN.jpg

Proposal Ini Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Matakuliah Metodologi Penelitian I Kuantitatif Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Disusun Oleh :
Erwin Agus Setiawan
16010103034







FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) KENDARI
TAHUN
2018

KATA PENGANTAR


Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji syukur kehadirat Allah Swt. Yang telah memberikan kita semua nikmat, baik nikmat Iman maupun kesehatan yang tiada hentinya sehingga masih ada kesempatan dalam menyelesaikan tugas.
Shalawat serta salam tak henti-hentinya kita hanturkan kepada junjungan kita Nabi besar Allah Muhammad Saw. Yang telah membawa kita dari masa yang minim akan ilmu pengetahuan menuju ke masa benerang akan ilmu pengetahuan seperti yang kita rasakan saat ini. Proposal ini kiranya tak akan selesai tanpa bantuan dari beberapa pihak yang terus mendorong penulis untuk menyelesaikannya.
Penyususan proposal ini yang berjudul “PENGARUH MANAJEMEN KESISWAAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 5 KENDARI” memang tidaklah mudah. Sebab, penulis harus melihat dari sisi pengelolaan manajemen kesiswaan  untuk meningkatkan kualitas prestasi siswa yang baik dalam menyimpulkan dengan analisis yang konferhensif. Kendala–kendala utama yang penulis rasakan selama penyusuna Proposal ini pada melakukan survey disekitar SMA Negeri 5 Kendari.
Bila mana ada hal-hal yang kurang pantas yang terdapat dalam proposal ini, izinkan penulis menghaturkan permohonan maaf, sebab proposal ini jauh dari kesempurnaan dan masih banyak memiliki kelemahan.



Kendari, Oktober 2018


            Penulis


DAFTAR ISI





BAB I

PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang

      Masalah  prestasi  belajar  siswa di Indonesia sering kali ditemukan terkait dengan  manajemen kesiswaan yang kurang baik, sehingga disiplin belajar siswa tidak terkontrol, oleh sebab itu upaya pendidikan untuk mengubah perilaku manusia melalui pendidikan  belum bisa tercapai dengan baik. Fenomena  masalah  mengenai  prestasi  belajar  siswa,  berdasarkan  pengamatan peneliti memiliki keterkaitan dengan beberapa faktor lain, di antaranya disiplin belajar serta manajemen kesiswaan, fenomena masalah tersebut memiliki hubungan sebab akibat yang harus diteliti lebih jauh, karena menurut Slameto (2013), bahwa ada beberapa faktor ekstern yang berpengaruh terhadap belajar dapat dikelompokkan menjadi 3 faktor, yaitu faktor keluarga, faktor lingkungan masyarakat dan faktor sekolah. Artinya disiplin belajar siswa akan dapat memberikan kontribusi terhadap prestasi belajar siswa dengan didukung pula oleh manajemen kesiswaan yang dilakukan secara teratur.[1]
      Manajeman kesiswaan adalah salah satu kegiatan dari manajemen pendidikan secara keseluruhan. Manajemen pendidikan itu adalah manajemen pengajaran, manajemen personalia, manajemen keuangan, manajemen sarana dan prasarana, manajemen hubungan sekolah dan masyarakat, manajemen kesiswaan, dan manajemen  layanan khusus (Mantja, 2005 : 35). Manajemen kesiswaan mancakupi kegiatan-kegiatan non intruksional, namun kegiatan-kegiatan itu sangat mempengaruhi kehidupan sekolah dari para siswanya. Kajian-kajian kepustakaan mengenai manajemen kesiswaan ini begitu luasnya karena kegiatan-kegiatan itu memang  menunjang keberhasilan siswa dalam pendidikan.[2]

B.    Batasan Masalah

      Terfokus pada kajian penelitian ini untuk menjawab permasalahan yang telah teridentifikasi terkait Pengelolaan Manajemen Kesiswaan secara profesional dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SMA Negeri 5 Kendari.

C.    Rumusan Masalah

      Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah :
1.     Bagaimana pengelolaan manajemen kesiswaan di SMA Negeri 5 Kendari ?
2.     Mengapa  pengelolaan manajemen kesiswaan yang baik dapat meningkatkan prestasi belajar siswa di SMA Negeri 5 Kendari ?

D.    Definisi Operasional

1.     Manajemen kesiswaan sering diartikan sebagai kegiatan-kegiatan yang bersangkutan dengan masalah kesiswaan disekolah. Dengan tujuan menata proses kesiswaan mulai dari perekrutan, mengikuti pembelajaran sampai dengan lulus sesuai dengan tujuan agar dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Rohiat (manajemen sekolah 2008:25).
2.     Prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima, menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar. Prestasi belajar belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar. Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Hasil dari evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi belajar siswa.

E.    Tujuan dan Manfaat

      Tujuan dari penelitian ini adalah :
1.     Untuk mengetahui pengelolaan manajemen kesiswaan yang dilakukan di SMA Negeri 5 Kendari.
2.     Untuk mengetahui hubungan pengelolaan manajemen kesiswaan terhadap peningkatan prestasi belajar siswa di SMA Negeri 5 Kendari.

Manfaat dari penelitian ini adalah :
1.     Secara teoritis
                        Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan referensi lebih bagi para peneliti-peneliti lain dalam dunia pendidikan terkait mengelola kesiswaan yang baik dan benar serta dalam pengelolaan ini juga diharapkan mampu meningkatkan prestasi belajar siswa.
2.     Secara praktis
                        Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan lebih bagi peneliti, guru, pembaca (siswa) maupun pihak sekolah lainnya.

BAB II

LANDASAN TEORITIK

A.    Manajemen Kesiswaan (Variabel X)

      Mulyono (2008:78) : mengemukakan bahwa manajemen kesiswaan adalah seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja serta pembinaan secara kontinu terhadap seluruh siswa (dalam lembaga pendidikan yang bersangkutan) agar dapat mengikuti proses belajar mengajar secara efektif dan efisien.[3]
      Manajemen kesiswaan sering diartikan sebagai kegiatan-kegiatan yang bersangkutan dengan masalah kesiswaan disekolah. Dengan tujuan menata proses kesiswaan mulai dari perekrutan, mengikuti pembelajaran sampai dengan lulus sesuai dengan tujuan agar dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Rohiat (manajemen sekolah 2008:25).[4]
       Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI (2009:205) menyatakan bahwa “manajemen kesiswaan atau pupil personnel administration adalah layanan yang memusatkan perhatian pada pengaturan, pengawasan, dan layanan siswa dikelas dan di luar kelas seperti : pengenalan, pendaftaran, layanan individuan seperti pengembangan keseluruhan kemampuan, minat, kebutuhan sampai matang di sekolah”.[5]
       Knezevich (Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI, 2009:205) mengartikan manajemen kesiswaan juga dapat diartikan sebagai usaha pengaturan terhadap peserta didik mulai dari peserta didik tersebut masuk sekolah sampai dengan lulus sekolah. dengan demikian, manajemen kesiswaan bukan hanya dalam bentuk kegiatan-kegiatan pencatatan peserta didik, melainkan meliputi aspek yang lebih luas, yang secara operasional dapat digunakan untuk membantu kelancaran-kelancaran dalam upaya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan.[6]
       Arikunto dan Yuliana (2008:57) mengatakan pula bahwa manajemen kesiswaan merupakan kegiatan pencatatan siswa mulai dari proses penerimaan hingga siswa tersebut lulus dari sekolah disebabkan karena tamat atau sebab lain”.[7]
       Sedangkan menurut Mulyasa (2003), Manajemen Kesiswaan adalah penataan dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik, mulai dari masuk sampai dengan keluarnya peserta didik tersebut dari sekolah. manajemen kesiswaan  dengan demikian bukan hanya berbentuk pencatatan data peserta didik, melainkan  meliputi pula aspek yang lebih luas yang secara operasional dapat membantu upaya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pedidikan disekolah.[8]
       Menurut Kasan (2004), Manajemen kesiswaan tidak terbatas pada kegiatan siswa selama proses pendidikan, lebih dari itu manajemen kesiswaan adalah keseluruhan proses penyelenggaraan usaha kerjasama dalam bidang rangka pencapaian tujuan-tujuan pendidikan sekolah.[9]
       Tujuan Manajemen Kesiswaan Menurut Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI  (2009:206) menyatakan : Tujuan manajemen  kesiswaan  adalah  mengatur kegiatan-kegiatan siswa agar kegiatan-kegiatan tersebut menunjang proses pembelajaran di lembaga pendidikan sekolah lebih lanjut. Proses pembelajaran di lembaga sekolah dapat berjalan lancar, tertib dan teratur sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan secara keseluruhan.” Secara umum tujuan manajemen kesiswaan adalah untuk mengatur berbagai kegiatan dalam bidang kesiswaan agar kegiatan pembelajaran di sekolah dapat  berjalan  lancar,  tertib,  teratur  serta dapat mencapai tujuan pendidikan sekolah. Selain itu  manajemen kesisswaan di sekolah secara baik dan berdaya guna akan membantu seluruh staf maupun masyarakat untuk memahami  kemajuan  sekolah.  Mutu  dan  derajat  sekolah  tergambar dalam sistem sekolahnya.[10]
       Secara garis besar program kegiatan kesiswaan dapat dilakukan melalui dua jalur yaitu kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi siswa. Kegiatan ekstrakurikuler berfungsi sebagai penunjang kegiatan intrakurikuler dan ko-kurikuler. Menurut Kasan (2004), kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan pelajaran yang diselenggarakan diluar jam biasa dalam rangka mengembangkan salah satu bidang pelajaran yang diminati siswa seperti olahraga, kesenian dan keterampilan.[11]
       Langkah berikutnya dalam manajemen kesiswaan adalah melakukan pembinaan dan pengembangan terhadap siswa. Pembinaan dan pengembangan siswa dilakukan agar anak mendapat bermacam-macam pengalaman belajar untuk bekal kehidupannya di masa yang akan datang. Untuk mendapatkan pengetahuan atau pengalaman belajar ini, siswa harus melakukan bermacam-macam kegiatan. Lembaga pendidikan (sekolah)  dalam pembinaan dan pengembangan siswa, biasanya melakukan kegiatan yang disebut dengan kegiatan kurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler. Dalam  manajemen kesiswaan, tidak boleh ada anggapan bahwa kegiatan kurikuler lebih penting dari kegiatan ekstrakurikuler atau sebaliknya. Kedua kegiatan ini harus dilaksanakan karena saling menunjang dalam proses pembinan dan pengembangan kemampuan siswa (Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI 2009:212). Keberhasilan pembinaan dan pengembangan siswa diukur melalui proses penilaian yang dilakukan oleh lembaga pendidikan (oleh guru). Ukuran yang sering digunakan adalah naik kelas dan tidak naik kelas bagi siswa yang belum mencapai tingkat akhir serta lulus dan tidak lulus bagi siswa ditingkat akhir sebuah lembaga pendidikan (sekolah). penilaian yang dlakukan oleh  guru  tentu saja didasarkan prinsip-prinsip penilaian yang berlaku di lembaga pendidikan (sekolah) tersebut. (Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI 2009:212).[12]
       Dalam Depdikbud (1998:76) disebutkan empat prinsip dasar manajemen kesiswaaan, yaitu :
1.     Siswa harus diperlakukan dengan subjek dan bukan objek, sehingga harus didorong untuk berperan serta dalam setiap perencanaan dan pengambilan keputusan yang terkait dengan kegiatan mereka
2.     Kondisi siswa sangat beragam, ditinjau dari kondisi fisik, kemampuan intelektual, sosial ekonomi, minat dan seterusnya. Oleh karena itu, diperlukan wahana kegiatan yang beragam, sehingga setiap siswa memiliki wahana untuk berkembang secara optimal.
3.     Siswa hanya akan termotivasi belajar jika mereka menyenangi apa yang diajarkan.
4.     Pengembangan potensi siswa tidak hanya menyangkut ranah kognitif, tetapi juga ranah afektif, dan psikomotor.[13]

       kegiatan administrasi siswa dapat didaftar melalui gambaran bahwa lembaga pendidikan diumpamakan sebuah transformasi, yang mengenal masukan (input). Pengelolaan didalam tranformasi (proses) dan keluaran (output). Dengan demikian penyajian penjelasaan administrasi siswa dapat diurutkan menurut aspek-aspek tersebut. Dengan melihat pada proses memasuki sekolah sampai murid meninggalkannya, terdapat 4 (empat) kelompok pengadministrasian yaitu : penerimaan murid, pencatatan prestasi belajar, pencatatan bimbingan dan penyuluhan serta Monitoring.
1.     Penerimaan Siswa Baru
a.     Penetapan persyaratan siswa yang akan diterima
             Setiap   sekolah   berbeda   dalam   menetapkan persyaratan calaon   siswa baru yang akan diterima. Pada umumnya persyaratan itu menyangkut : aspek waktu, persyaratan dan proses penerimaan siswa baru.
             Penerimaan siswa baru harus di lakukan sedemikian rupa, sehingga kegiatan mengajar-belajar sudah dapat di mulai pada hari pertama setiap tahun ajaran baru.
             Setiap sekolah berbeda dalam menetapkan persyaratan calon siswa   baru yang akan diterima. Pada umumnya persyaratan itu menyangkut:  aspek : umur, kesehatan, kemampuan hasil belajar dan persyaratan administrasi lainnya.
             Cara Penerimaan siswa baru yaitu : Pertama, berdasrkan hasil Tes masuk yaitu siapa yang diterima dari calon peserta didik yang mendaftar, ditentukan berdasarkan hasil tes yang diadakan. Sekolah menentukan nilai batas lulus, calon yang memperoleh nilai tes masuk  sama  atau  lebih  tinggi  dari nilai batas lulus dinyatakan diterima. Kedua Berdasarkan Hasil UAN (Ujian Akhir Nasional). Dengan cara ini filter atau penyaring diterimanya calon peserta didik yang mendaftar didasarkan pada posisi jumlah NEM yang dimiliki dikaitkan dengan posisi jumlah NEM dari semua pendaftar. Semua calon di rangking menurut jumlah  NEM. Penentuan siapa yang diterima hingga NEM tertentu, sampai jumlah peserta didik yang diperlukan sekolah terpenuhi.
b.     Pembentukan Panitia penerimaan siswa baru
             panitia penerimaan siswa baru di lakukan sekali setahun. Oleh  karena itu dibentuk khusus untuk itu dan  dibubarkan setelah kegiatan selesai.
             Panitia penerimaan siswa baru terdiri dari kepala sekolah dan beberapa guru yang ditunjuk untuk mempersiapkan segala sesuatu yang di perlukan yakni :
1)     Syarat-syarat pendaftaran murid baru
2)     Formulir Pendaftaran
3)     Pengumuman
4)     buku pendaftaran
5)     waktu pendaftaran
6)     jumlah calon yang diterima

c.      Masa Orientasi Siswa Baru
           Orientasi siswa baru adalah kegiatan penerimaan siswa baru dengan mengenalkan situasi dan kondisi lembaga pendidikan sekolah. Tujuan orientasi siswa baru yaitu agar peserta didik dapat mengerti dan  mentaati segala peraturan yang berlaku di sekolah, Agar peserta didik  dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan yang di selenggarakan sekolah, dan agar peserta didik siap menghadapi lingkungannya yang   baru baik secara fisik, mental dan emosional sehingga ia merasa betah dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah serta dapat menyesuaikan dengan kehidupan sekolah.
             Waktu MOS juga untuk penelusuran bakat-bakat khusus dan siswa baru, misalnya penelusuran bakat-bakat olah raga, bakat-bakat seni, bakat-bakat menulis (mengarang). Oleh karena itu selama MOS banyak diisi kegiatan-kegiatan pertandingan olahraga, lomba menyanyi, pidato dan sebagainya.
             Setelah proses penerimaan siswa baru, maka kegiatan kesiswaan selanjutnya yang perlu dilaksanakan adalah pengelompokkan siswa. Pengelompokkan siswa diadakan dengan maksud agar pelaksanaan kegiatan proses belajar mengajar berjalan lancar, tertib sehingga dapat tercapal tujuan-tujuan pendidikan yang telah diprogramkan.
             Ada dua jenis pengelompokkan siswa yang dilaksanakan diantaranya yaitu pengelompokkan menurut kelas dan pengelompokkan   berdasarkan rangking. Hal ini dengan tujuan untuk memilahkan mana siswa yang kemampuannya lebih dan kurang dikarenakan adanya penguatan dalam pengajaran atau dalam arti lain siswa dalam memahami pelajaran dapat secara merata atau seimbang.
2.     Pendataan Kemajuan Belajar Siswa
      Keberhasilan kemajuan dari prestasi belajar para siswa memerlukan data yang otentik, dapat dipercaya dan memiliki keabsahan. Data ini diperlukan untuk mengetahui dan mengontrol keberhasilan atau prestasi oleh kepala sekolah sebagai manajer pendidikan di sekolah. Kemajuan belajar siswa  secara periodik harus dilaporkan kepada orang tua sebagai masukan untuk berprestasi dalam proses pendidikan dan membimbing anaknya dalam belajar baik di rumah maupun di sekolah.
      Dalam pendataan kemajuan belajar siswa untuk kemajuan dan keberhasilan kegiatan belajar mengajar secara maksimal diperlukan buku catatan prestasi belajar murid, yang meliputi buku daftar nilai, buku legger dan raport.
3.     Bimbingan dan Pembinaan Disiplin Siswa
     Bimbingan adalah proses untuk membantu individu di dalam membuat   keputusan hidup yang positif, hal ini diperlukan di rumah, sekolah, dan di lingkungan sosial serta di setiap individu berada.
4.     Monitoring
      Monitoring adalah suatu proses pemantauan untuk mendapatkan  informasi tentang pelaksanaan  suatu kegiatan yakni manajemen kesiswaan. Kegiatan monitoring adalah suatu kegiatan memonitor atau mengawasi seluruh aktivitas yang dilakukan oleh seluruh  warga  sekolah;  dalam  hal  ini difokuskan pada aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh siswa. Kegiatan  monitoring ini dapat dilakukan secara langsung pada kegiatan yang di  lakukan oleh siswa dan kegiatan monitoring secara tidak langsung dengan mendengarkan laporan dari orang yang terlibat dalam kegiatan.

       Untuk menjamin terlaksananya kegiatan ekstrakurikuler berjalan dengan baik kepala sekolah harus mengelolanya dengan baik. Hal-hal yang dapat dilakukan : (1). Identifikasi kegiatan ekstrakurikuler, (2). Menunjuk koordinator untuk setiap kegiatan, (3). Meminta setiap koordinator untuk menyusun program kerja dan (4). Memantau pelaksanaannya. (Samani, 1999).[14]
       Kegiatan siswa akan lebih baik jika dikelola sendiri secara terarah dalam wadah organisasi siswa. Tujuan diadakan organisasi siswa adalah : (1). Memberi bekal ketrampilan, kepemimpinan, daya kreasi, patriotisme dan kepribadian yang luhur, (2). Melibatkan siswa dalam proses  kehidupan  berbangsa  dan bernegara,  dan  (3).  Membina siswa berorganisasi untuk mengembangkan kepemimpinan (Sahertian, 1985).

B.    Prestasi Belajar Siswa (Variabel Y)

      Poerwodarminto (1997) menyebutkan bahwa “Prestasi adalah hasil yang dicapai dengan usaha, sesuatu yang dicapai tidak dengan usaha bukanlah suatu prestasi”. Winkel (1994) menyebutkan bahwa “Prestasi adalah bukti keberhasilan usaha yang dicapai”. Zainal Arifin (2000) menyebutkan “Prestasi adalah kemampuan, keterampilan dan sikap seseorang dalam menyelesaikan sesuatu hal”.
      Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa adalah suatu hasil yang dicapai seseorang secara sadar dan disengaja dengan kegiatannya yaitu belajar.
      Untuk mencapai prestasi belajar siswa sebagaimana yang diharapkan, maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain : faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor intern), dan faktor yang terdiri dari luar siswa adalah (faktor eksternal). Faktor-faktor yang berasal dari luar diri anak antara lain adalah faktor keluarga, sekolah, masyarakat dan sebagainya (Mulyasa 2007:87).
      Faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor intern) yaitu : kecerdasan, bakat, minat, dan motivasi. Sedangkan faktor yang berasal dari luar siswa adalah (faktor eksternal) yaitu keadaan keluarga, keadaan sekolah dan lingkungan masyarakat.
      Tuu (2013:93) yang mengatakan bahwa pencapaian prestasi belajar yang baik selain karena adanya tingkatan kecerdasan yang baik, juga perlu didukung adanya disiplin sekolah yang ketat dan konsisten, serta disiplin belajar siswa dalam belajar. Karena suatu kedisiplinan belajar yang tertanam dalam diri siswa akan berperan penting dalam membentuk individu yang berciri keunggulan.
      Nasihin dan Sururi (2013:203) menyatakan bahwa keberhasilan penyelenggaraan lembaga pendidikan (sekolah), akan sangat tergantung padan manajemen kesiswaan, karena manajemen kesiswaan ini akan memberikan kontribusi yang tinggi dan memberikan dukungan yang kuat terhadap komponen-komponen lain di dalam pencapaian tujuan sekolah, artinya baik buruknya manajemen kesiswaan, baik secara langsung ataupun tidak langsung akan mempengaruhi terhadap prestasi belajar siswa. (Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI 2009:214).
      Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern adalah faktor yang berasal dari dalam diri individu yang belajar, sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang berasal dari luar individu atau yang disebut dengan lingkungan.
1.     Faktor intern
            Secara garis besarnya dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
a)     Faktor Jasmaniah
      Faktor jasmaniah adalah menyangkut keadaan jasmani dari individu yang belajar, terutama yang berkaitan dengan fungsinya alat-alat tubuh yang ada pada dirinya.
b)     Faktor psikologis
      Faktor ini mempengaruhi prestasi belajar siswa. Faktor ini pada dasarnya berkaitan erat dengan aspek-aspek : intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan dan sebagainya.
2.     Faktor Ekstern
            Adapun faktor ekstern ini meliputi : faktor keluarga, sekolah dan masyarakat.

C.    Kerangka Pikir

      Manajemen kesiswaan merupakan kegiatan-kegiatan yang bersangkutan dengan masalah kesiswaan disekolah. Dengan tujuan menata proses kesiswaan mulai dari perekrutan, mengikuti pembelajaran sampai dengan lulus sesuai dengan tujuan agar dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Manajemen kesiswaan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan sebelumnya agar tujuannya dapat tercapai dengan lancar. manajemen kesiswaan ini akan memberikan kontribusi yang tinggi dan memberikan dukungan yang kuat terhadap komponen-komponen lain di dalam pencapaian tujuan sekolah, artinya baik buruknya manajemen kesiswaan, baik secara langsung ataupun tidak langsung akan mempengaruhi terhadap prestasi belajar siswa. Untuk mencapai prestasi belajar siswa sebagaimana yang diharapkan, maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain : faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor intern), dan faktor yang terdiri dari luar siswa adalah (faktor eksternal). Faktor-faktor yang berasal dari luar diri anak antara lain adalah faktor keluarga, sekolah, masyarakat dan sebagainya. Hal ini dapat dicapai ketika pelaksanaan manajemen kesiswaan sangat baik dilakukan yang kemungkinan besar dapat menunjang prestasi siswa dengan berbagai kemampuan yang mereka miliki.

D.    Hipotesis

Hipotesis I :
      Diketahui bahwa manajemen kesiswaan yang dilakukan ditempat penelitian sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa terutama dari kualitas manajemen kesiswaan tersebut. Namun hal yang belum dapat dipastikan adalah bahwa pengelolaan kesiswaan / manajemen kesiswaan masih belum mendapatkan bukti yang nyata dari penerapannya karena masih terdapat beberapa masalah yang sering dihadapi sehingga berdampak kepada prestasi siswa dilembaga tersebut.


BAB III

METODE PENELITIAN


A.    Jenis dan Pendekatan Penelitian

1.     Jenis penelitian yang digunakan adalah dari jenis data yang diperoleh dari hasil Wawancara dengan pihak-pihak yang berkepentingan berupa data secara lisan dengan penjelasan mengenai pembahasan Pengaruh Manajemen Kesiswaan Terhadap Prestasi Belajar Siswa.
2.     Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Karena penelitian ini mendeskripsikan dilakukan untuk lebih memahami Data  yang diperoleh dari penelitian berupa profil sekolah, foto-foto yang berhubungan dengan kegiatan bagian kesiswaan, dan hasil wawancara yang telah dilakukan oleh Peneliti dengan beberapa informan yang berdasarkan dengan fokus penelitian.

B.    Tempat dan Waktu

1.     Tempat
          Dimana tempat penelitian yang telah dilakukan berada di daerah kendari yaitu di SMA Negeri 5 Kendari, Jl. Brigjen Katamso, Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
2.     Waktu
          Dalam proses penelitian ini, peneliti membutuhkan waktu selama 3 hari yaitu hari senin-rabu pada tanggal 24-26 September 2018 dari pukul 09.00-11.00 am.

C.    Populasi dan Sampel

1.     Populasi
          Jumlah populasi yang ada di SMA Negeri 5 Kendari dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut :
Tabel 1, Jumlah Siswa
Tingkat/Kelas
Jumlah
10
459
11
426
12
363
Total
1248

Tabel 2, Jumlah Guru dan Tenaga Kependidikan
Guru
Tenaga Kependidikan
PNS
Honor
PNS
Honor
56
14
6
6
Totalnya 70
Totalnya 12

2. Sampel
            Sampel dalam penelitian ini adalah para peserta didik yang sebagai pengguna layanan dan fasilitas dan tenaga kependidikan sebagai pihak pengelola kesiswaan.

D.    Teknik Pengumpulan Data

      Teknik pengumpulan data dilakukan dengan interview (wawancara), dan dokumentasi. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data yang dapat memberikan informasi tentang manajemen kesiswaan berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa di sekolah.

E.    Teknik Analisis Data

      teknik analisis data yang dilakukan dengan cara wawancara. Aktivitas dalam analisis data pada penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan simpulan.

DAFTAR PUSTAKA


Rian Anugrah Firmanto, Pengaruh Manajemen Kesiswaan terhadap Disiplin Belajar dalam Mewujudkan Prestasi                         Belajar Siswa, Garut, Jurnal Pendidikan Universitas Garut, Vol. 11,  No. 01; 2017,  hlm. 1.
Titik Suci Aminatun, Tesis : “Pengelolaan Penerimaan Peserta Didik Baru Sdn Pamongan 2 Kecamatan                Guntur Kabupaten Demak” (Surakarta : Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah                Surakarta, 2010), hlm. 2.
Ely Kurniawati dan Erny Roesminingsih, Manajemen Kesiswaan Di SMA Negeri Mojoagung Jombang, Surabaya,                Jurnal Inspirasi Manajemen Pendidikan, Vol. 4 No. 4, April 2014, hlm. 207.
Dica Lanita Affinoxy, Skripsi : “Manajemen Kesiswaan Sdit Nur Hidayah Surakarta, (Surakarta :     Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2009), hlm. 2-3.




[1] Rian Anugrah Firmanto, Pengaruh Manajemen Kesiswaan terhadap Disiplin Belajar dalam Mewujudkan Prestasi Belajar Siswa, Garut, Jurnal Pendidikan Universitas Garut, Vol. 11,  No. 01; 2017,  hlm. 1.
[2] Titik Suci Aminatun, Tesis : “Pengelolaan Penerimaan Peserta Didik Baru Sdn Pamongan 2 Kecamatan Guntur Kabupaten Demak” (Surakarta : Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2010), hlm. 2.

[3] Ely Kurniawati dan Erny Roesminingsih, Manajemen Kesiswaan Di SMA Negeri Mojoagung Jombang, Surabaya, Jurnal Inspirasi Manajemen Pendidikan, Vol. 4 No. 4, April 2014, hlm. 207.
[4] Ibid., hal. 207.
[5] Ibid., hal. 210
[6] Ibid., hal 211
[7] Ibid., hal. 212
IIbid.
[9] Ibid.
[10] Ibid.
[11] Ibid., hal 207.
[12] Ibid., hal 208.
[13] Dica Lanita Affinoxy, Skripsi : “Manajemen Kesiswaan Sdit Nur Hidayah Surakarta, (Surakarta : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2009), hlm. 2-3.

[14] Ibid., hal. 208

Tidak ada komentar:

Posting Komentar